Visitasi ABEST21 Peer Review Team di FEB Unpad

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran kedatangan tim Peer Review dari the Alliance on Business Education and Scholarship for Tomorrow, a 21st century organization (ABEST21) pada Senin (26/08). Kedatangan tim itu bertujuan untuk melakukan visitasi ABEST21 terhadap Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad. Kegiatan visitasi ini dipusatkan di Gedung Magister Manajemen FEB Unpad Jl. Dipatiukur 46 Bandung.

Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Rina Indiastuti, S.E., M.SIE., didampingi Dekan FEB Unpad Yudi Azis, S.Si.,S.E.,S.Sos.,M.T.,Ph.D dan jajaran saat mengkuti kegiatan visitasi ABEST21 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran di Aula Magister Manajemen FEB Unpad Jl. Dipatiukur 46 Bandung, senin (26/08).

Tim yang hadir dalam visitasi ABEST21 ini antara lain  President ABEST 21 Prof. Dr. Fumio Itoh, Dr. Noorihsan bin Mohamad (International Islamic University Malaysia),  Prof. Dr. Ming-Yu Cheng (Universiti Tungku Abdul Rahman), Dr. Idqan Fahmi (Institut Pertanian Bogor) Prof. Dr. Candra Fajri Ananda (Universitas Brawijaya), Dr. Ida Yasin (Putra Business School),  Prof. Dr. Jann Hidajat Tjakraatmadja (Institut Teknologi Bandung), Prof. Dr. Ujang Sumarwan (Institut Pertanian Bogor), Dr. Cham Tat Huei  (Universiti Tungku Abdul Rahman), Prof. Dr. Gagaring Pagalung (Universitas Hasanuddin), Prof. Dr. Yoshihiro Tokuga (Kyoto University), Dr. Muhammad Agung Prabowo (Universitas Sebelas Maret), dan Dr. Siti Nabiha Abdul Khalid (Universiti Sains Malaysia).

Kedatangan tim ini adalah untuk melakukan assessment atas Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad. Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Sumber Daya Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dr., SpM(K), M.Kes., PhD ,  Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian Pada Masyarakat, Kerja Sama, dan Korporasi Akademik Dr. Keri Lestari, S.Si., M.Si., Apt.  beserta jajarannya ikut menyambut kunjungan tim Peer Review ini didampingi oleh Dekan FEB Unpad Yudi Azis, S.Si.,S.E.,S.Sos.,M.T.,Ph.D di Aula gedung Magister Magister FEB Unpad.

Proses evaluasi kemudian dilangsungkan dengan melakukan wawancara kepada jajaran pimpinan dan pejabat rektorat, dilanjutkan dengan wawancara kepada jajaran pimpinan dan pejabat FEB Unpad, wawancara dengan 3 departemen yang ada di FEB Unpad yaitu departemen Ekonomi, Akuntansi dan Manajemen, wawancara dengan mahasiswa, alumni dan tendik FEB Unpad, serta kunjungan untuk melihat fasilitas sarana prasarana yang digunakan oleh FEB Unpad.

 

Tim ABEST21 Peer Review berfoto bersama dengan tim dari rektorat dan dekanat pada kegiatan visitasi ABEST21 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran

ABEST21 adalah organisasi yang berdiri pada tahun 2005 di Jepang. Dari 26 perguruan tinggi dan sekolah bisnis di Indonesia yang menjadi anggotanya, hanya 9 anggota telah mendapatkan akreditasi. Aliansi ini memiliki misi meningkatkan manajemen pendidikan dari sekolah bisnis dengan cara mendorong kerjasama antar anggotanya dalam upaya bersama menghadapi tantangan di abad ke-21.  ABEST21 telah mengakreditasi sejumlah sekolah bisnis top Asia seperti S.P. Jain School of Global Management dari Singapura, Waseda Business School dari Waseda University Jepang, dan Graduate School of Management dari Kyoto University Jepang. Sekolah bisnis dari Indonesia yang telah mendapatkan akreditasi adalah SBM ITB dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya.

Bagi FEB Unpad, mendapatkan akreditasi dari ABEST21, organisasi abad ke-21 yang merupakan aliansi pendidikan bisnis dan beasiswa, adalah sebuah langkah awal untuk meningkatkan standar mutu pelayanan pendidikan tinggi di bidang bisnis dan manajemen, dan meningkatkan peluang untuk memperoleh beasiswa bagi mahasiswa FEB Unpad.

Dekan FEB Unpad Yudi Azis, S.Si.,S.E.,S.Sos.,M.T.,Ph.D mengatakan ada dua keuntungan menjadi anggota Abest 21 bagi FEB Unpad yaitu membantu peningkatan kualitas dan networking.

“Abest21 bagi kita adalah membantu secara sistematis mengimprove kualitas karena abest sudah menyiapkan 5 framework dengan 122 standar selain itu manfaat lainnya adalah networking” Ujarnya.

Yudi menambahkan bahwa peningkatan kualitas fakultas dapat dilihat dari ketersiapan kelima standar yang ditetapkan oleh Abest21 (accreditation standards and item) diantaranya Mission Statement, Educational Program, Students, Faculty, dan Staff and Infrastucture. Masing-masing dari lima bab di atas terdiri dari standar akreditasi, yang meliputi “perspektif dasar” dan “perspektif terperinci”. Perspektif dasar adalah kriteria fundamental dan komprehensif, sedangkan perspektif terperinci berfungsi sebagai item evaluasi berdasarkan perspektif individu dan spesifik.

“Jadi kalau kita mau improvement ga perlu trial error, tapi Abest21 bisa menunjukkan hal-hal yang harus distandarisasikan, hal-hal yang harus dipenuhi. Kalau masih dibawah standar maka harus ditambahkan” ungkapnya.

Ditemui setelah sesi wawancara antara asesor Abest21 dengan Tendik FEB , Yudi menegaskan dengan Abest ini, fakultas menyoroti arti penting peningkatan kualitas bagi tendik yaitu dengan membuat program peningkatan yang berkelanjutan (Continous improvement).

“Abest21 menyoroti arti pentingnya daya dukung terhadap peningkatan kualitas baik dari aspek fasilitas maupun dukungan tendik. Itu bentuk komitmen Abest21 yang tentunya harus kita penuhi, perlu dibuatkan program yang berkelanjutan seperti  pelatihan bahasa inggris dan service excellent” tambahnya.

“Dari Abest21 ini yang penting bukan sekedar dapat sertifikatnya tapi manfaat yang nyata dari adanya peningkatan kualitas untuk pengembangan fakultas dan universitas” pungkasnya.

Rencanya hasil kelulusan FEB Unpad diakreditasi oleh ABEST21 akan diumumkan Maret 2020 di Jepang.

 

Laporan oleh Dani Wahdani

Foto oleh Dadan, Dani