Tingkatkan Kompetensi Tendik, IPH Unpad Gelar Bimtek Karya Tulis Ilmiah

Ikatan Pranata Humas Universitas Padjadjaran menggelar Bimbingan Teknis (bimtek)  Karya Tulis Ilmiah di bidang Informasi dan Kehumasan, di Ruang Serba Guna Gedung Rektorat lantai 3 kampus Unpad Jl. Dipatiukur 35 Bandung, Selasa (19/11).

Suasana Bimbingan Teknis (bimtek)  Karya Tulis Ilmiah di bidang Informasi dan Kehumasan, di Ruang Serba Guna Gedung Rektorat lantai 3 kampus Unpad Jl. Dipatiukur 35 Bandung, Selasa (19/11).

Kegiatan itu menghadirkan pembicara antara lain Rizki Abdulah SSI,Apt.Ph.D Direktur Riset , Pengabdian pada Masyarakat dan Inovasi unpad dengan topik “Penulisan dan Publikasi Karya Ilmiah”. Pembicara lainnya adalah Dr. Hanny Hafiar, Dosen Fikom Unpad dengan topik “Dasar-dasar penulisan Karya Tulis Ilmiah pada bidang informasi dan kehumasan”.

Kegiatan itu dibuka secara resmi oleh  Direktur Sumber Daya Manusia Unpad Drs. Gatot Riwi Setyanto, M.Si. Dalam sambutannya Gatot mengingatkan yang paling utama dalam kegiatan seperti ini  adalah silaturahmi antara-tendik yang memiliki kesamaan jabatan fungsional tertentu khususnya pranata humas.

“Kagiatan ini utamanya adalah silaturahmi, bimteknya merupakan media agar kita semakin solid”ungkapnya.

Lebih lanjut Gatot menjelaskan saat ini ASN dituntut harus lebih profesional di segala bidang. Pemerintah dengan kebijakannya saat ini mengarah pada peningkatan kompetensi dan profesionalisme pegawai.

“kebijakan pemerintah tentang penghapusan eselon 4 menuntut banyak perubahan, kita tendik dituntut lebih profesional terutama menghadapi perubahan tuntutan revolusi 4.0”tambahnya.

“ pemidahan zona aman pada zona kompetitif menghadirkan kompetensi,dengan tuntutan yang sangat besar. JFT menuntut kita untuk upgrade diri” imbuhnya.

Gatot pun menambahkan pranata humas memiliki peranan penting dalam kemajuan di Unpad. Dirinya berharap organisasi yang dibentuk bernama IPH Unpad dapat semakin besar dan eksis, semua pihak ikut membantu membesarkan organisasi itu.

“Pranata Humas harus bisa mengembangkan dirinya dalam satu ikatan, ga bisa sendirian. IPH harus semakin membesar” ujarnya

Di akhir sambutannya, Gatot menantang Tendik Pranata Humas untuk terlibat dalam pengelolaan kegiatan secara utuh  bekerjasama dengan pihak lainnya.

chalenge bagi IPH Unpad tahun depan (2020-red) harus bisa mengelola semnas bekerja sama dengan  kominfo dan lembaga lainnya, kalian harus bisa”pungkasnya.

Sementara itu Ketua IPH Unpad Dadan Triawan S.Sos mengatakan penyempurnaan kinerja kita menjadi tuntutan bagi tendik Unpad ditengah revolusi industri 4.0 saat ini

“ Kaizen dikenal sebagai filosopi orang jepang artinya adalah pengembangan diri dan penyempurnaan, saat ini tendik dituntut untuk itu”ujarnya

Kemudian Dadan menambahkan kegiatan bimtek ini sangat menarik, sebab bimtek ini ditujukan untuk tendik dan bukan untuk dosen.

“Bagi saya ini menarik bimtek KTI ini karena isinya justru mendorong tendik untuk lebih berkarya dalam karya tulis.bukan untuk dosen tapi untuk tendik” pungkasnya.

Pembicara pertama dalam kegiatan itu adalah Rizki Abdulah SSI,Apt.Ph.D Direktur Riset , Pengabdian pada Masyarakat dan Inovasi Unpad. Dalam pemaparannya  Rizki mengatakan tantangan terbesar dari karya ilmiah adalah risetnya.

“ Tantangan besar seorang peneliti dalam menulis karya ilmiah adalah riset yang dilakukannya”ujarnya

Lebih lanjut Rizki menguraikan tentang langkah-langkah yang harus dilakukan oleh seorang peneliti dalam menulikan karya tulis ilmiah diantaranya harus mengikuti format Introduction, Method, Result and Discussion (IMRAD).

Karya ilmiah yang baik tidak diukur oleh panjang atau pendeknya tulisan yang dibuat, melainkan informasi yang sudah disampaikan dalam riset itu sudah bisa disampaikan atau belum.

Dalam Sesi 2, pembicara lainnya Dr. Hanny Hafiar mengatakan menulis sebuah karya ilmiah harus menggunakan ilmu, hal itu dapat berbentuk tulisan telaah (review) maupun penelitian (research) dari hasil kajian yang ditulis dengan mengikuti metodologi ilmiah.

Hanny menambahkan menulis karya ilmiah tidaklah instan, perlu proses. Untuk menjadi penulis, harus membiasakan untuk membaca. ini menjadi kunci seorang memiliki keterampilan dalam menulis.

Laporan oleh Dani Wahdani

Foto oleh Yuli Hantoro