Revolusi Industri 4.0 Dorong Inovasi Perbankan Syariah

Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran menggelar kuliah umum dengan tema  “ Inovasi Perbankan Syariah Membangun Indonesia Di Era Industri 4.0” menghadirkan pembicara yaitu Drs. Asep Mulyadi, M.M. Deputi Regional Head BNI Syariah Wilayah Barat. Kegiatan tersebut digelar di Aula Epsilon Lt. 4 Gedung FEB Unpad Jatinangor, Senin (9/12).

Wakil Dekan FEB Unpad Mohamad Fahmi, S.E,M.T.,Ph.D menyerahkan cinderamata kepada Drs. Asep Mulyadi, M.M. Deputi Regional Head BNI Syariah Wilayah Barat saat mengisi Kuliah Umum di Aula Epsilon Lt. 4 Gedung FEB Unpad Jatinangor, Senin (9/12)

Kuliah umum itu dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan FEB Unpad Mohamad Fahmi, S.E,M.T.,Ph.D. Dalam sambutannya Fahmi bersyukur dengan terlaksananya kuliah umum ini karena ini menjadi kolaborasi positif antara HIMA dan Alumni FEB Unpad.

“ Saya bersyukur kegiatan ini dapat dilaksanakan  apalagi menghadirkan alumni FEB Unpad, ini kolaborasi positif ” ungkapnya.

Lebih lanjut Fahmi mengatakan topik yang disampaikan dalam kuliah umum ini sangat menarik dan sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Jumlah umat Islam di  Indonesia sekitar 90% dan hanya 10% nya saja Umat Islam yang terserap diperbankan syariat. Ini peluang pasar yang positif bagi perbankan syariah untuk berkembang.

“acara ini positif dengan topik yang baik, dari 90% umat Islam, pangsa pasar baru hanya 10% untuk perbankan syariah, hal ini bisa menggeser preferensi bagi masyarakat indonesia” imbuhnya

Di akhir sambutannya Fahmi berharap adanya inovasi lebih ril dari perbankan syariah ditengah era disrupsi dan persaingan dengan berbagai lembaga keuangan online (fintech).

“di tengah Disruption Era saya berharap bagaimana perbankan syariah bisa bertransformasi terutama dalam menghadapi apa yang dilakukan fintech. Diskusi ini sangat menarik dan semoga kita dapat memperoleh pencerahan dan lmu untuk pengabdian bagi masyarakat ” pungkasnya.

Sementara itu Drs. Asep Mulyadi, M.M. sebagai pembicara dalam kuliah umum itu mengatakan pentingnya Revolusi Industri 4.0 dan inovasi menjadi dua titik sorotan yang berkembang saat ini. Asep menyebutkan perekonomian syariah akan sangat didorong dengan adanya Revolusi Industri 4.0.

“Di zaman 4.0 ini pekerjaan kita akan dialihkan ke mesin sehingga kita harus siap dengan Internet of Things (IoT), Artifical Intelegent (AI), Big Data, Cloud Computing, dan Block Chain,” papar Asep.

Lebih lanjut Asep mengungkapkan revolusi industri 4.0 merupakan sebuah fenomena yang sedang dialami oleh mayoritas negara di Dunia. Hal ini berkaitan dengan semakin meluasnya digitalisasi di sektor kehidupan manusia. Menipisnya batas antara dunia virtual dan dunia nyata mempengaruhi bagaimana roda kehidupan berjalan, salah satunya sektor ekonomi.

“ Salah satu contoh kongkrit adalah transaksi pada era revolusi indistri 4.0  lebih banyak melibatkan dunia maya (e-money). Menghadapi revolusi indistri 4.0 bank syariah harus berinovasi agar tetap dapat terlibat dalam roda perekonomian Indonesia” tutur Asep.

Asep mengatakan bahwa transaksi pada masa yang akan datang akan lebih melibatkan sistem syariah. Sebagai generasi millenial yang lebih menguasai perkembangan teknologi, mahasiswa harus siap dalam menghadapi era digital dan menjadi bagian-bagian penting dalam roda perekonomian Indonesia.

“ Kunci di masa datang adalah generasi milenial, saya harapkan anda sebagai bagian dari generasi itu terlibat dalam sistem perekonomian syariah tersebut” pungkasnya.

Dalam Kuliah umum itu dipandu langsung Ketua Program Studi Sarjana Ekonomi Islam Cupian, SE.MT .,Ph.D. Kegiatan tersebut diakhiri dengan penyerahan Cinderamata dari FEB Unpad ke BNI Syari’ah Jawa Barat yang menjadi sponsor kegiatan tersebut.

 

Laporan oleh Dani Wahdani/lws

Foto oleh Dadan Handani