Pengalaman Mengikuti Program Global Volunteer AIESEC di Jerman

Bulan September 2019, saya Faza Anggana Putra, mahasiswa jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Padjadjaran mendaftar program Global Volunteer AIESEC ke Jerman. Untuk mendapatkan kesempatan itu harus melakukan beberapa syarat dengan membuat video tentang diri sendiri dalam bahasa Inggris dan menjawab beberapa pertanyaan yang diberikan oleh AIESEC Jerman dalam bentuk video. Jerman merupakan negara yang dipilih karena tertarik dengan proyek yang unik dan berbeda dari negara lain.

Setelah melakukan semua prosesnya, saya mendapat kesempatan untuk mengikuti program Global Volunteer yang diadakan oleh AIESEC Universitas Padjadjaran ke kota Sammatz, Jerman yang berpopulasi 120 orang dengan menjalankan proyek sosial yang berjudul  ‘Build an Art Room in a Sustainable and Intercultural Village’. Program ini berdurasi selama 6 minggu dari tanggal 18 Januari 2020 hingga 2 Maret 2020 di Desa Sammatz, Jerman yang memiliki jarak 90 km dari Hamburg atau dengan waktu tempuh selama 2 jam menggunakan kereta.

Proyek yang diambil merupakan proyek sosial yang berfokus pada SDGs ke-11, yaitu kota dan komunitas berkelanjutan. Sustainable Development Goals (SDGs) dirancang oleh PBB dengan tujuan untuk pembangunan berkelanjutan yang memiliki 17 target berbeda dan harus dicapai pada tahun 2030.

Program Global Volunteer di Sammatz merupakan kolaborasi antara program dari NGO, AIESEC Jerman, dan AIESEC Indonesia. Proyek tersebut diikuti oleh lebih dari 100 sukarelawan dari berbagai negara berbeda yang tinggal di sana. Jumlah sukarelawan yang berasal dari AIESEC adalah 15 orang yang terdiri dari 8 negara berbeda yaitu Indonesia, Ukraina, Turki, Brazil, Meksiko, Tunisia, Chili, dan Georgia.

Tujuan proyek tersebut adalah untuk mengembangkan Desa Sammatz menjadi salah satu desa wisata di Jerman. Proyek yang dikerjakan untuk pengembangan tersebut antara lain di bidang konstruksi yaitu membuat rumah untuk para pendatang yang ingin menginap, di bidang peternakan yaitu memberi makan dan membersihkan kandang hewan-hewan, di bidang kewirausahaan yaitu membantu toko menjual keperluan sehari-hari, di bidang pekebunan yaitu memperindah taman yang ada di sana, dan di bidang makanan yaitu membantu dapur untuk makan para relawan. Saya mencoba semua bidang yang ada di sana, namun bobot pelaksanaannya lebih besar di bidang konstruksi karena desa itu sedang membuat proyek besar dalam bidang konstruksi dengan membuat 6 rumah dalam waktu yang bersamaan.

Setiap sukarelawan diwajibkan bekerja selama 7,5 jam per hari. Dalam seminggu bekerja selama 5 hari atau 37,5 jam maka selama 6 minggu diwajibkan bekerja selama 225 jam. Pada pelaksanaan di lapangan setiap sukarelawan diberikan informasi dan bimbingan dari orang yang lebih profesional pada setiap bidang.

Saat mengikuti program ini merupakan representasi dari orang Indonesia sehingga semuanya dilakukan dengan sebaik mungkin. Fasilitas yang diberikan oleh Desa Sammatz seperti penginapan di asrama, makan 3 kali sehari, berbagai bahan makanan yang siap diolah, mesin cuci baju, transportasi dari desa ke stasiun kereta, sepeda yang bisa digunakan kapan saja, dll. Desa Sammatz memberikan juga fasilitas di bidang lain seperti kelas bahasa Jerman yang berdurasi selama 1 jam dan dilaksanakan 2 kali seminggu, kelas menari tradisional Jerman setiap minggu, kelas menggambar, dll.

Manfaat umum dalam mengikuti program Global Volunteer ini selain mengisi liburan semester juga dapat menambah pengalaman di berbagai bidang baru, menambah jaringan dengan orang dari berbagai negara, dapat mengenal lebih dekat budaya negara lain, dan yang paling berkesan adalah dapat memperkenalkan budaya Indonesia ke sukarelawan yang lain. Manfaat lain bagi diri sendiri adalah meningkatnya kemandirian, percaya diri, dan memperdalam bahasa Inggris dan bahasa lainnya seperti bahasa Jerman dan bahasa Portugis. Banyak orang yang berasal dari Brazil dan Portugal yang membantu saya dalam mengasah bahasa Portugis karena pernah tinggal di Brazil selama satu tahun.

Banyak sekali manfaat yang dapat diambil dari program Global Volunteer ini. Semoga program Global Volunteer AIESEC dan program lain di AIESEC seperti Global Entrepreneur dan Global Talent dapat lebih maju lagi kedepannya dan dapat membuat dampak sosial yang besar bagi dunia.

Pengalaman ini dikisahkan oleh  Faza Anggana Putra.