Teliti Kinerja Pegawai Unpad, Tendik FEB Unpad Raih Hibah RTKU

Peran tenaga kependidikan dalam bidang kehumasan dan kepegawaian saat ini menjadi sangat penting ditengah era industri 4.0. Fakultas Ekonomi dan Bisinis Universitas Padjadjaran ditengah kiprahnya di masyarakat dituntut menghasilkan produk-produk akademis yang berkualitas, baik sistem pendidikan, lulusan, maupun tingkat kontribusinya pada pembangunan dalam arti luas.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad dalam memenuhi kiprahnya tersebut memerlukan dukungan perangkat kerja tertentu yang dikenal sebagai hubungan masyarakat (Humas) untuk mengenalkan dan menunjukkan kemampuannya sebagai suatu lembaga pendidikan tinggi yang memiliki tradisi kuat dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

Harry Mulyana, Yulia Ekawati dan Nani Sumarni yang berhasil memperoleh Hibah Penelitian RTKU dari Universitas Padjadjaran saat ditemui di Gedung Perpustakaan FEB Unpad, Jl. Dipatiukur 35 Bandung, Kamis (22/08)

Jika ditelaah lebih dalam visi dan misi kehumasan dalam bidang kepegawaian menunjukkan adanya keterliibataaan dalam pelaksanaan perencaan, pengorganisasian, pendayagunaan, pengawasan, evaluasi dan pelaporan terhadap semua kegiatan.

Untuk mengetahui kondisi kinerja tenaga kependidikan pada bidang kehumasan dan kontribusinya bagi kemajuan FEB Unpad, Harry Mulyana, Yulia Ekawati dan Nani Sumarni melakukan penelitian untuk mengukur tingkat kinerja kehumasan di bidang kepegawaian. Ketiganya merupakan pegawai di lingkungan FEB Unpad dan berhasil meraih hibah Riset Tenaga Kependidikan Unpad.

Ditemui disela-sela kesibukannya sebagai Tendik bagian kepegawaian FEB Unpad, Harry menjelaskan penelitian ini fokus pada kinerja kehumasan di bidang kepegawaian yang dinilai belum maksimal dalam menjalankan fungsinya. Ini didasarkan hasil survey timnya yang menyebutkan 61% tenaga pengajar FEB unpad menyatakan kurang puas dengan pelayanan informasi tim kepagawaian FEB Unpad.

“Dasar pemikiran kami adalah belum maksimalnya penyampaian informasi di bidang kepegawaian contohnya informasi kenaikan pangkat, kenaikan jafung dan info lainnya di bidang kepegawaian”, tutur Harry.

Lebih lanjut Harry menambahkan kurangnya informasi yang disampaikan oleh bidang kepegawaian menuntut kehadiran tendik dengan jafung kehumasan yang fokus  memberikan informasi kepada dosen dan tendik.

“Saya kira minimnya informasi di bidang kepegawaian seperti informasi kum dosen  dan lain-lain menjadi persoalan manakala tidak ada petugas khusus yang melayani informasi tersebut”, tambahnya.

Penelitian ini merupakan penelitian survei dimana data diperoleh melalui pertanyaan atau pernyataan responden secara lisan maupun tulisan. Dari 157 kuesioner yang disebar, data yang terkumpul sekitar 61 responden. Adapun profil responden terdiri dari jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, lama kerja, dan penghasilan responden.

Sementara itu Yulia Ekawati yang sehari-hari bertugas sebagai staf administrasi Sarjana Terapan Akuntansi Perpajakan menyatakan hasil penelitian menunjukkan kecenderungan adanya penilaian dari dosen dan tendik FEB Unpad yang menyatakan bahwa kinerja kehumasan di bidang kepegawaian sudah baik, namun belum optimal. Ini disebabkan oleh sekitar 20 indikator yang disodorkan kepada responden cenderung memberikan persepsi pada kisaran skor 2 (kurang baik) dan skor 3 (baik).

“Hasil penelitian ini justru mamandang kinerja kehumasan bidang kepagawaian sudah baik, hanya belum optimal”, ujar Yulia.

Yulia menambahkan kurang optimalnya kinerja kehumasan di bidang kepegawaian disebabkan tidak adanya tendik yang memiliki jabatan fungsional humas di bidang kepagawaian FEB Unpad.

“Betul saya kira penyebabnya ketidakadaan tendik yang pranata humas di bidang kepagawaian, kedepannya harus ada yang lebih fokus memberi pelayanan informasi di bidang itu”, tambahnya.

Hibah RTKU yang diperoleh ini ditanggapi oleh anggota tim lainnya yaitu Nani Sumarni yang merupakan staf administrasi Tim Kerjasama FEB Unpad menyatakan penelitian ini awalnya diajukan dengan dua judul, dan satu judul ditolak. Judul dengan evaluasi kinerja kehumasan dibidang kepegawaian yang akhirnya diterima dan saat ini sudah terbit di Jurnal Ekonomi dan Bisnis Terapan FEB Unpad.

“Syukur Alhamdulillah dari 2 judul proposal yang diajukan, judul ini yang diterima oleh tim seleksi hibah RTKU dan sudah terbit di jurnal FEB Unpad”, ungkapnya.

Lebih lanjut Nani menjelaskan proses hibah RTKU ini dari awal hingga bisa lolos seleksi dan diterima di jurnal Nasional.

“Proses yang kami lalui ini cukup panjang, proposal  pertama di tolak di bulan Februari 2018 dan akhirnya bisa diterima di bulan Juli 2018, itu pun setelah ada koreksi judul dan fenomena dari tim seleksi”, ungkapnya.

“Setelah disetujui proposal, dilanjutkan dengan survei lapangan di bulan September dan berhasil masuk di jurnal nasional bulan April 2019, memang biaya hibah RTKU ini tidak besar namun ini bisa membantu kami”, imbuhnya.

Harapan dengan adanya penelitian ini bisa memberikan masukan kepada pengelola fakultas untuk dapat mengambil kebijakan terkait optimalisasi pelayanan kinerja kehumasan di bidang kepegawaian, selain itu juga bagi tenaga kependidikan untuk meningkatkan kinerjanya sehingga optimal dalam memberikan kontribusi bagi kemajuan FEB Unpad.

Laporan : Dani Wahdani/lws

Foto : Dani Wahdani