Achmad Ardhi Nugroho & Lina Maryana, Teliti Kepuasan Pelayanan Administrasi Mahasiswa Kelas Internasional FEB Unpad

Daya saing perguruan tinggi di dalam negeri saat ini terus didorong pada pencapaian tata kelola dan layanan pendidikan yang berkualitas. Hal ini merupakan langkah tepat yang harus diambil dalam upaya menghadapi masuknya perguruan tinggi asing di Indonesia. Salah satu langkah positif yang diambil oleh perguruan tinggi di Indonesia adalah dengan membuka kelas internasional. Internasionalisasi saat ini bukanlah pilihan, tetapi sudah menjadi tuntutan di era globalisasi. Setiap perguruan tinggi harus dapat meningkatkan kemampuannya sehingga dapat bersaing secara global.

Hal ini yang menggerakkan Achmad Ardhi Nugroho dan Lina Maryana sebagai Tenaga Kependidikan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran untuk melakukan penelitian terkait kepuasan mahasiswa kelas Internasional FEB Unpad. Menurut Ardhi penelitian ini adalah upaya untuk memperoleh umpan balik dari mahasiswa kelas Internasional, berkaitan dengan penyelenggaraan program kelas Internasional.

Melalui program Riset Tenaga Kependidikan Unpad (RTKU) Ardhi dan Lina memulai dengan menyusun proposal, melaksanakan riset dengan menyebarkan kuesioner hingga luaran riset yang telah ditetapkan di jurnal nasional ber-ISSN.  Program Riset Tenaga Kependidikan Unpad (RTKU)  sendiri merupakan skema riset yang diperuntukkan bagi tenaga kependidikan Unpad. Program RTKU merupakan program tahunan Unpad sebagai kegiatan riset dalam rangka membina dan mengarahkan tenaga kependidikan untuk meningkatkan kemampuannya dalam melaksanakan riset terkait tupoksi pekerjaannya di Unpad.

Ditemui disela-sela waktu kerjanya, Ardhi dan Lina menceritakan penelitian yang mereka lakukan ini. Bagi keduanya ini merupakan tantangan karena hal yang baru  bagi tendik untuk melakukan riset, berbeda dengan dosen yang memang salah satu tupoksinya adalah riset.

“Terus terang kami merasa terpaksa terlibat dalam penelitian ini, dan ini tantangan pula bagi kami, karena riset bukan tugas utama kami”, ungkap Ardhi sambil tersenyum lebar.

Lina pun menambahkan, sekalipun awalnya terpaksa tapi kami mengerjakannya dengan serius dan memenuhi kaidah penelitian yang ditetapkan dalam skema RTKU. “Ya kalau terpaksa memang begitu, tapi kami serius ko, dan dibimbing langsung oleh  Bu Wa Ode agar penelitian ini sesuai harapan”, ungkapnya.

Menurut keduanya, proses penelitian yang mereka lakukan tidaklah mudah dan asal-asalan. Mereka harus menempuh beberapa tahapan hingga akhirnya proposal penelitian yang mereka susun ini lolos seleksi RTKU

“Kami berdua setelah menyusun proposal sesuai arahan pembimbing, selanjutnya diajukan ke panitia RTKU, selanjutnya dilakukan proses review oleh reviewer dari dosen yang telah ditetapkan oleh Unpad, dan kami pun sudah dua kali ganti judul” ungkap Ardhi

Terkait waktu penelitian yang dilakukan, mereka mengatakan bahwa waktu penelitian sekitar 3-5 bulan, lebih cepat dari yang ditetapkan oleh Unpad yakni 1 tahun. “ Kami kerjakan penelitian ini ya sekitar 3-5 bulan lah, dari penyusunan, seleksi hingga laporan penelitian”, ungkap Lina.

Banyak kendala yang kami hadapi, yang utama adalah terkait waktu pengerjaan dan proses penyebaran kuesioner. “Kendala kami yang utama adalah waktu dan sebaran mahasiswa di Bandung dan Jatinangor, itu sangat melelahkan, namun alhamdulillah kami berhasil melewati masalah itu,” ungkap Ardhi

Lina  menambahkan “Alhmdulillah, hasil penelitian ini sudah terbit di Jurnal Ekonomi dan Bisnis Terapan tahun 2018 lalu, kami bahagia bisa memberikan sesuatu pada institusi,” jelasnya.

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitas pelayanan, yang dapat diartikan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan mahasiswa kelas internasional serta ketepatan penyampaiannya dalam mengimbangi harapan mahasiswa, yang memiliki unsur-unsur seperti Tangibles, Reliability, Responsiveness,  Assurance,  dan Empathy.

Menggunakan metode penelitian yang bersifat kuantitatif, hasil penelitian ini lebih fokus pada upaya ingin menggali lebih jauh tingkat kepuasan mahasiswa kelas internasional. Dan hasilnya adalah lima dimensi memiliki hasil dengan tingkat kepuasan cukup puas pada dimesi assurance (75%), tangible (66%) dan empathy (63%) sedangkan dimensi realibility (59%) dan responsiveness (57%) mahasiswa kelas internasional merasa tidak puas.

Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan dimensi kualitas pelayanan berdasarkan beberapa faktor yang mempengaruhi kepuasan mahasiswa kelas Internasional FEB Unpad yaitu Dosen berpenampilan rapih dan sopan (Tangible), Dosen sigap dan dapat diandalkan dalam menangani masalah akademik (Realibility), Dosen mudah untuk dihubungi (Responsiveness)  dan FEB Unpad menyediakan akses informasi secara mandiri melalui portal mahasiswa berupa jadwal kuliah (Assurance) FEB Unpad menyediakan akses informasi secara mandiri melalui portal mahasiswa (Empathy).

Saran bagi fakultas dengan hasil penelitian ini adalah memperhatikan keadaan kantin, mushola dan toilet yang bersih dan nyaman, meningkatkan kemampuan pegawai FEB Unpad dalam ketepatan dan kecepatan pelayanan  administrasi terhadap mahasiswa kelas internasional, dan meningkatkan kehadiran dosen dalam proses perkuliahan.

Akhirnya Ardhi dan Lina mengajak tendik lainnya untuk berkiprah dalam riset RTKU ini, agar dapat memberikan masukan yang ilmiah kepada institusi untuk meningkatkan kualitas terkait kinerja tendik dalam rangka pelayanan yang memuaskan (service exellent).

“Harapan kedepan, tendik lainnya meneliti dari aspek lainnya yang lebih bersifat melengkapi agar kualitas pelayanan kita semakin baik dan juga memberikan masukan buat institusi”, pungkas Ardhi.

Laporan : Dani Wahdani/lws

Foto : Dani Wahdani