Talkshow Perpajakan dan Potensi Bisnis E-Commerce bagi Generasi Milenial

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran memfasilitasi para mahasiswa khususnya mahasiswa Program Studi D4 Akuntansi Perpajakan untuk mengikuti Kegiatan Talkshow Perpajakan kerjasama antara FEB Unpad dan Komite Pengawas Perpajakan Kementerian Republik Indonesia, yang dilaksanakan di Gedung LEAD FEB Jatinangor, Rabu (13/03).

Kegiatan Talkshow itu menghadirkan pembicara antara lain Prof. Dr. Gunadi, M.Sc., Ak. (Ketua Komite Pengawas Perpajakan), Dr. Srihadi W. Zarkasyi, Ak., CA (Ketua Program Studi D4 AKuntansi Perpajakan FEB Unpad), Bima Laga (Ketua Bidang Ekonomi Digital, Indonesia E-Commerce Association (IdEA) dan Sony Devano, SE., MAk., Ak. (Dosen Departemen Akuntansi FEB Unpad) sebagai moderator.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad Bapak Yudi Azis, S.E., S.Si., S.Sos., MT., Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan isu aspek perpajakan dan potensi bisnis e-Commerce yang sekarang begitu banyak fitur-fitur yang diberikan dan memudahkan bagi para pengguna di generasi milenial saat ini.

“Semoga materi dari pembicara dan moderator pada acara Talkshow Perpajakan dengan tema Aspek Perpajakan dan Potensi Bisnis E-Commerce bagi Generasi Milenial bisa menjawab isu perpajakan digital saat ini. Dan alhamdulillah Program Studi D3 dan D4 Akuntansi Perpajakan dibawah naungan ibu Dr. Srihadi Winarningsih, S.E., MS., Ak”, ungkapnya.

Prof. Gunadi dalam materi yang disampaikannya mengharapkan agar Komite Pengawas Perpajakan dapat membentuk suatu sistem perpajakan yang lebih baik lagi. Namun sampai saat ini belum ada sistem pajak yang mudah untuk digunakan oleh para pengguna pajak.

Prof. Gunadi juga menambahkan bahwa ini menjadi tugas untuk para lulusan program pendidikan perpajakan terutama dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran yang merupakan salah satu peminat program studi yang banyak di Indonesia, terutama di program studi D4 Akuntansi Perpajakan yang bisa memunculkan generasi untuk menangani masalah yang ada di generasi millenial.

“Sistem perpajakan yang digunakan di negara Indonesia masih menggunakan metode self assessment dan masih perlu kerja keras untuk membuat sistem perpajakan yang lebih mudah digunakan oleh para pengguna pajak”, pungkasnya.

 

Laporan : Sandy/dw

Foto    : Adil Mukti, Dani