Mahasiswa FEB Unpad Menjuarai Kompetisi Hack Marathon Start Up

Unpad menggelar acara “Respectacular! Unpad Hackathon Weekend” bekerjasama dengan The NextDev Telkomsel sebagai upaya pencarian pengembangan produk digital serta penguatan CDC Unpad (Career Development Center Unpad) yang digelar Jumat (22/3) dan Sabtu (23/3).

Unpad memiliki banyak aset alumni, baik di dalam maupun di luar negeri, diharapkan dapat merangkul serta kedepannya dapat melacak rekam jejak alumni – alumni tersebut. Inilah yang kemudian menjadi fokus dari TS CDC (Tracer Study dan Career Development Center) dan berusaha dikembangkan dalam kompetisi ini.

Kompetisi yang berlangsung dalam 2 hari ini, terbagi dalam 2 (dua) tahap, yaitu peserta dibagi ke dalam kelompok apps developer, yang komposisinya, terdiri dari 3 (tiga) role, yaitu hustler, hacker, dan hipster. Role ini bisa dijabarkan menjadi pengembang ide bisnis, pengembang pemrograman, dan pengembang desain. Terbentuklah 11 kelompok dengan masing masing kelompok memiliki ide bisnis dan mock up untuk ide bisnis mereka, hingga prototype atau MVP (Minimum Viable Product) yang harus diwujudkan dalam tahap pertama, yaitu tahap Hackathon, atau tahap pengembangan dari ide bisnis nol hingga produk jadi MVP selama 24 jam non-stop.

Tahap kedua adalah presentasi produk atau Pitching yang disaksikan oleh Dewan Juri dari berbagai latar belakang, CEO dan Founder Start Up besar di Indonesia, VC (Venture Capitalist),  VP Corporate Communication dari Telkomsel, hingga Direktur Tata Kelola Unpad. Pada tahap inilah ide Start Up diuji, hasilnya, Start-Up bernama Workaloka menjuarai kompetisi ini.

Kemenangan Workaloka semata-mata bukan hanya karena ide bisnis dan MVP yang mengesankan dan memenuhi kriteria penilaian Dewan Juri, tapi juga dikarenakan desain visual dan penyampaian dari Pitching selama 5 menit yang dilakukan oleh tim Workaloka itu sendiri yang menurut Emil Reven, salah satu Juri dari latar belakang Venture Capitalist “Desain visual dan penyampaian Pitching kalian (Workaloka), itu sudah satu level dengan Pitching Start Up di event Internasional di Singapura atau sejenisnya”.

Ada kebanggaan tersendiri khususnya bagi FEB dalam kemenangan Workaloka diajang ini. Mohammad Adi Amirudin, mahasiswa FEB jurusan Ekonomi Pembangunan angkatan 2015 yang merupakan salah satu anggota dari tim Workaloka ini, yang menjadi hipster atau pengembang desain dari tim ini. Mahasiswa yang akrab dipanggil Adi ini, sebenarnya sudah menekuni dunia desain grafis sejak awal bangku SMA, ia bahkan pernah menjadi trainer di acara Training Desain Grafis KOPI FEB Unpad di tahun 2017.

Namun kali ini Adi tidak menyangka keikutsertaannya dalam lomba ini mengantarkan timnya dalam memenangkan kompetisi, Adi yang semula hanya ”iseng” mengikuti kegiatan selepas kuliah di FEB ternyata dapat pulang mengantongi dana pengembangan Start Up terbaik senilai 100 Juta Rupiah dan tanpa diragukan lagi, mengharumkan nama FEB itu sendiri.

Dengan kemenangan ini, bertambahlah catatan prestasi yang ditorehkan oleh mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran. Kemenangan ini juga membuktikan bahwa mahasiswa FEB tidak hanya pintar dan terasah pada hardskill seputar ekonomi dan bisnis saja, tapi juga terasah pada softskill dan kemampuan di luar jurusannya sehingga secara sinergis dapat menjadi mahasiwa yang tidak hanya bisa menjadi pemimpin tapi juga dapat menebarkan inspirasi dan alhasil mewujudkan motto dari FEB itu sendiri, Leading & Inspiring.

Laporan : rilis/dw