FEB Unpad Gelar Digital Innovation Summit 2018

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Telkomsel, Indonesia Next, Kementerian Pariwisata dan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI menggelar Digital Innovation Summit 2018  yang dihadiri oleh sekitar 1.000 orang dari berbagai kalangan khususnya elemen ekosistem bisnis digital.  Acara ini digelar di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35 Bandung, Jumat (21/9/2018) .

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Yudi Azis, S.Si., S.E., S.Sos., M.T., Ph.D saat memberikan sambutan pada kegiatan Digital Innovation Summit 2018  di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35 Bandung, Jumat (21/9/2018).

Pembicara utama yang hadir dalam acara itu antara lain Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara S.Stat. MBA dan Menteri Pariwisata RI Dr. Ir. Arief Yahya, MSc. Acara yang dikemas dalam bentuk Talk Show itu dipandu oleh Yohana Margaretha wartawan berita Metro TV.

Pada kegiatan tersebut hadir pula Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Tri Hanggono Achmad, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Yudi Azis, S.Si., S.E., S.Sos., M.T., Ph.D. dan sejumlah Dosen dan Guru Besar di lingkungan Universitas Padjadjaran.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Tri Hanggono Achmad mengatakan bahwa berdasarkan kompleksitas permasalahan yang ada saat ini, dibutuhkan kemampuan transpreneurship, bukan hanya enterpreneurship. Menurut Rektor, saat ini sikap kebersamaan dan kolaborasi masih menjadi tantangan besar.

“Tidak cukup kita hanya memiliki kemampuan enterpreneurship-nya saja, tetapi keyakinan untuk mau menyadari bahwa kompleksitas yang ada ini harus didekati dari berbagai sisi,” ujar Rektor.

Sementara itu Dekan FEB Unpad, Yudi Azis mengatakan kebahagiannya bahwa FEB Unpad menjadi penyelenggara kegiatan Digital Innovation Summit 2018 ini. “FEB Unpad merasa terhormat menjadi tuan rumah dalam peluncuran kegiatan bergengsi ini yang akan dimulai bulan Oktober serentak di lima kampus besar di Indonesia.” Ujarnya.

Lebih lanjut Yudi Azis mengatakan kekuatan utama digital adalah kapabilitas yang didorong oleh data digital data (Digital data driven capability). Hal ini meningkatkan kemampuan untuk melakukan Dynamic Pricing, Rating System, Operational Optimization, enhanced search feature, Guiding host to the perfect price, Facial recognition, Analyzing the likes, dan Tag suggestion.

“Beragam inisiatif telah dilakukan untuk antisipasi dan respon akan perubahan ini, termasuk melalui pendirian pusat studi digital inovasi di FEB Unpad pada Mei 2018 lalu. Pusat studi terbaru yang diadakan di fakultas ekonomi ini ditujukan untuk knowledge creation dan menjadi partner strategis bagi industri serta program studi bisnis digital,” katanya.

Dalam kegiatan yang juga didukung Telkomsel itu juga diluncurkan platform pendidikan daring IndonesianX dan program nasional Keminfo untuk menciptakan 1000 digital talent scholarship yang akan melibatkan Unpad, ITB, UI, ITS dan UGM.

Program pendidikan dua bulan itu akan mencetak 1.000 lulusan yang akan memahami isu penting dalam dunia digital seperti cyber security dan bisnis digital. Beasiswa itu dikelola oleh Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Kominfo bekerja sama dengan lima universitas negeri di Indonesia selaku tuan rumah dan penyedia tenaga pengajar.

Dalam sambutannya sesaat setelah peluncuran  Digital Talent Scholarship, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara mengatakan bahwa selain pendidikan akademik, mahasiswa juga perlu meningkatkan kompetensi dan rekam jejaknya. “Menghadapi industri 4.0, salah satu hal yang dipersiapkan adalah kompetensi sumber daya manusia. Program 1000 Digital Talents Scholarship merupakan salah satu program untuk mendukung hal tersebut,” ungkapnya.

“Setelah mendapat pelatihan, peserta akan memiliki keterampilan untuk menjadi teknisi yang dibutuhkan perusahaan teknologi. Program ini memang tidak berintensi untuk menciptakan engineer, melainkan teknisi yang siap bekerja langsung ke dunia digital yang dikembangkan untuk menjangkau 20.000 orang di tahun 2019,” jelasnya.

Rudiantara menyatakan pada Tahun 2018 ini beasiswa akan diberikan kepada 1000 orang yang memenuhi persyaratan dan lolos seleksi online melalui micro-site khusus.  “Agar relatif match dengan kondisi bonus demografi, maka peserta yang dipersyaratkan adalah warga negara Indonesia dengan usia maksimal 29 tahun untuk lulusan D3 dan S1 serta SMK Bidang TIK.  Adapun untuk ASN/PNS dan pelaku industri dipersyaratkan berusia maksimal 33 tahun,” kata Rudiantara.

Dalam acara itu berlangsung juga penandatangan Nota Kesepahaman antara Rektor Universitas Padjadjaran dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengenai Digital Talent Scholarship.

“Saya ucapkan terima kasih kepada lima perguruan tinggi yang menginisiasi tahun ini untuk 1000 (peserta), tahun depan Insyaallah 20.000,” ujar Rudiantara.

Selain itu, dilakukan juga penandatangan Perjanjian Kerja Sama antara Kominfo dengan lima perguruan tinggi yang terlibat yaitu Unpad, ITB, UI, ITS, dan UGM. Kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung dan Universitas Indonesia dalam bentuk pelatihan bidang Cybersecurity dan Cloud Computing. Kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember untuk bidang Big Data dan Artificial Intelligence.

Adapun kerja sama dengan Universitas Padjajaran dalam bentuk pelatihan Digital Business. Program ini juga didukung oleh Microsoft Indonesia selaku penerbit sertifikat keahlian sesuai dengan masing-masing tema pelatihan.

Rudiantara yang juga Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Padjadjaran menyampaikan penghargaan kepada Universitas Padjadjaran terhadap Program Digital Talent. “Saya berterima kasih kepada Universitas Padjadjaran yang ikut juga berpartisipasi dalam program Digital Talent Scholarship dalam pelatihan untuk digital business,” katanya.

Sementara itu Menpar Arief Yahya mengatakan bahwa dengan kegiatan ini dapat menciptakan SDM yang kompetitif dan unggul dalam menghadapi tantangan global. “Dari seminar, diharapkan para peserta bisa mendapatkan gambaran mengenai persaingan industri. Serta, wawasan peningkatan mutu dan kompetensi SDM agar dapat berkompetisi dengan tenaga kerja dalam skala global,” tuturnya.

Menteri yang merupakan alumni Doktor Manajemen Bisnis Unpad dan yang memimpin Kementerian Pariwisata Terbaik 2018 di Asia Pasifik itu menambahkan, seminar akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa. “Dunia digital sudah mewarnai dunia. Digital sudah masuk ke segala sektor. Termasuk sektor pariwisata. Oleh sebab itu, inovasi harus dilakukan agar kita bisa bersaing dan terus menghadirkan terobosan-terobosan baru,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Menpar menjabarkan tentang strategi meningkatkan performansi Pariwisata Indonesia. Yaitu dengan Deregulasi, dan Digital. Menpar juga menyampaikan berbagai promosi Pariwisata Indonesia di media digital seperti TripAdvisor, Google, CTrip, dan lainnya. Menpar juga menyampaikan Kemenpar telah menginisiasi Wonderful Start-up Academy untuk menginkubasi Tourism Start-up di Indonesia. Menpar mendorong para peserta agar bergabung.

Rasio penggunaan media digital yang digunakan Kemenpar sejak 2015 memang menunjukkan kecenderungan terus meningkat. Tahun 2015, Kemenpar menggunakan 60 persen media konvensional dan 40 persen media digital.

Lalu tahun 2016 jadi 50 persen konventional dan 50 persen media digital. “Dalam sektor pariwisata, 2 dari 3 orang mencari informasi liburan dan berbagai secara online. Untuk turis China misalnya, 70 persen mencari informasi liburan via online,” jelasnya.

Menpar Arief Yahya bahkan meyakini, digital media memiliki efektivitas empat kali lebih besar ketimbang media konventional.

Digunakannya TripAdvisor, Menpar mengatakan jika situs ini memiliki pengguna dari berbagai negara dengan jumlah yang besar. Jika untuk mencari sesuatu orang biasanya menggunakan Google, khusus traveler, mereka akan menggunakan fasilitas search di TripAdvisor. Tahun 2016 lalu misalnya, aplikasi TripAdvisor sudah diunduh sekitar 340 juta orang.

Laporan: Dani Wahdani/lws