Menristek Dorong Unpad Jadi Universitas Riset Dunia

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) RI/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Prof. Bambang Brodjonegoro mendorong Universitas Padjadjaran memiliki penelitian unggulan. Ini didasarkan, Pemerintah menaruh harapan besar pada PTN Badan Hukum dalam hal peningkatan jumlah penelitian di Indonesia.

“Posisi PTN BH termasuk Unpad menjadi strategis, tidak hanya fokus di pendidikan, tetapi didorong menjadi universitas riset,” ujar Bambang saat memberikan arahan terkait strategi hilirisasi riset kepada sivitas akademika Unpad di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Jumat (25/1) siang.

Penelitian unggulan yang dikembangkan perlu integrasi antar bidang ilmu/keahlian. Bambang menjelaskan, dalam mendorong lahirnya inovasi untuk peningkatan daya saing dibutuhkan kerja sama antar seluruh sektor dan keilmuan.

“Ketika Unpad ingin mengembangkan riset, maka harus dipastikan apakah bisa membangun sinergi dan harmoni antar fakultas, jurusan, dan keahlian bidang ilmu, sehingga isu-isu yang nanti jadi prioritas bisa dijawab secara lintas disiplin,” paparnya.

Adanya sinergi tersebut diharapkan menjadikan Unpad semakin relevan di masyarakat, terutama di Jawa Barat. Karena itu, Bambang mendukung agar seluruh wilayah di Jawa Barat menjadi laboratoriumnya Unpad. Wilayah tersebut merupakan isu riil yang harus dijawab oleh Unpad.

“Kalau memang di Jabar ada isu pertanian, fokusnya di sana. Apa produk pertanian utama (yang bisa dikembangkan) dari Jabar,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Bambang meninjau stand salah satu penelitian Unpad terkait Stem Cell yang dilakukan dosen Fakultas Kedokteran Ahmad Faried, dr., Sp.BS., Ph.D. Selanjutnya, Bambang meninjau gedung Laboratorium Sentral Unpad di Kampus Jatinangor. Salah satu yang dikunjungi adalah Laboratorium Bio Safety Level 3 (BSL-3). Lab ini termasuk ke dalam laboratorium berstandar tinggi di Indonesia.

Rektor Unpad Prof. Dr. Rina Indiastuti, M.SIE., mengatakan, Laboratorium BSL-3 merupakan fasilitas lab yang digunakan secara khusus untuk menguji penyakit menular dan berpotensi membahayakan. Saat ini, laboratorium yang dibangun sejak Juli 2018 lalu ini tengah dilakukan proses sertifikasi.

“Fasilitas (laboratorium) kami peroleh dengan dana Islamic Development Bank,” kata Rektor.

Selain meninjau Lab BSL-3, Bambang juga meninjau sejumlah laboratorium lainnya yang ada di area Lab Sentral Unpad.

Beri Penghargaan  

Dalam kunjungan Menristek tersebut, Unpad juga memberikan apresiasi kepada sejumlah peneliti dan departemen yang dinilai berhasil mendongkrak aktivitas riset dan publikasi. Rektor mengatakan, apresiasi ini diberikan untuk semakin menghidupkan aktivitas riset di Unpad.

Proses penilaian dilakukan oleh enam juri dari kalangan akademisi Unpad yang sudah memiliki rekognisi nasional maupun internasional. Keenam juri tersebut terdiri dari Prof. Arief Anshory Yusuf, Dian Masyita, PhD, Dr. Dwi Purnomo, Prof. Dr. Keri Lestari, Prof. Rovina Ruslami, PhD., serta Prof. Dr. Unang Supratman.

Perwakilan juri Prof. Rovina menjelaskan, penilaian dilakukan kepada peneliti Unpad yang produktif melakukan riset dan publikasi, serta departemen yang produktif menghasilkan publikasi.

Berdasarkan penilaian, peneliti yang mendapat penghargaan adalah dr. Bachti Alisjahbana, Sp.PD-KPTI, PhD (Fakultas Kedokteran), serta Dr. Adiatma Yudistira Manogar Siregar, ME.Con.

Adapun Departemen yang meraih penghargaan antara lain: Departemen Ilmu Kedokteran Dasar, Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Departemen Kimia, Departemen Ilmu Ekonomi, Departemen Komunikasi dan Informasi, Departemen Manajemen dan Bisnis, serta Departemen Sejarah dan Filologi. Penghargaan diberikan langsung oleh Bambang Brodjonegoro.