Mahasiswa MM FEB Unpad Kunjungi KBRI Tokyo, Bahas Transportasi Jepang

Selasa (23/07/2019) mahasiswa program Magister Manajemen kelas kerjasama PT. Angkasa Pura II berkunjungan ke KBRI Tokyo, Jepang. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Dekan FEB Unpad, Yudi Azis, SE., S.Si., S.Sos., MT., Ph.D ini diterima oleh Wakil Kepala Perwakilan KBRI Tokyo, Tri Purnajaya. Kunjungan yang juga merupakan kegiatan benchmarking tersebut bertujuan untuk melihat kebijakan dan pelayanan transportasi publik di Jepang yang ditindaklanjuti dengan diskusi bersama Atase Teknis pada keesokan harinya.

Dekan FEB Unpad, Yudi Azis, SE., S.Si., S.Sos., MT., Ph.D saat berkunjung ke KBRI Tokyo yang diterima oleh Wakil Kepala KBRI Tokyo , Tri Purnajaya, di Tokyo Jepang , Selasa (23/7)

Diskusi teknis tentang sistem transportasi di Jepang disampikan oleh Atase Perhubungan, Syamsu Rizal. Dalam paparannya, Atase Perhubungan memberikan penjelasan mengenai tugas pokok dan fungsi KBRI Tokyo sebagai perwakilan negara serta pelayanan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI), khususnya peran perhubungan dalam menjalankan kebijakan promosi investasi di bidang transportasi dan SDM transportasi serta kondisi transportasi di Jepang sesuai penugasan.

Transportasi yang menjadi pembahasan dalam kesempatan tersebut antara lain perkembangan teknologi terkait kendaraan tanpa awak (autonomous vehicle), drone dan kereta cepat atau shinkansen dengan teknologi maglev (magnetic levitation). Sharing mengenai transportasi udara merupakan pembicaraan yang paling menarik, mengingat basic peserta yang berasal dari bandara udara di lingkungan PT. Angkasa Pura II.

Diskusi  berjalan kondusif, dengan beberapa pertanyaan dan diskusi mengenai kebijakan penyediaan tansportasi massal seperti MRT, LRT dan BRT, pengembangan kawasan di sekitar titik transportasi (Transit Oriented Development) di Jepang  dibandingkan dengan Pengembangan Bandar Kualanamu dengan kereta  bandara dan rencana Aerocity-nya dan juga hal-hal yang menjadi keunggulan Jepang untuk dapat di bawa ke Indonesia

Promosi investasi yang saat ini gencar dilakukan oleh pemerintah untuk memperoleh pendanaan dalam rangka pembangunan infrastruktur dan pengoperasian bandara dengan konsep Public Private Partnership (PPP) dengan investor asing khususnya Jepang disampaikan juga dalam diskusi tersebut.

Diharapkan dengan kegiatan ini, dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman sebagai bahan referensi dan masukan kepada mahasiswa sesuai topik dari tugas pendidikan sehingga pelayanan dan pengelolaan transportasi di Indonesia dapat bersaing dengan negara lain di kawasan ASEAN ataupun Asis Pasifik.

Rilis : KBRI Tokyo/dw