Lewat Riset, Unpad Dukung Kemenkeu RI Rumuskan Kebijakan Fiskal yang Efektif

Universitas Padjadjaran berkontribusi dalam proses pengambilan kebijakan ekonomi di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI. Berbagai pemikiran para sivitas akademika diharapkan menjadi salah satu rekomendasi Kemenkeu RI dalam pengambilan kebijakan.

Pelaksana Tugas Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Rina Indiastuti, M.SIE., menyerahkan buku hasil pemikiran para guru besar Unpad kepada Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dalam acara “Researcher Day” yang digelar di Auditorium Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan RI, Jakarta, Rabu (28/8). (Foto: Arief Maulana)*

Pelaksana Tugas Rektor Unpad Prof. Dr. Rina Indiastuti, M.SIE., mengatakan, Unpad melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis telah dipercaya Kemenkeu RI untuk ikut berkontribusi dalam pengambilan kebijakan di bidang ekonomi. Peneliti diharapkan tidak sekadar memberikan masukan pemikiran, tetapi ikut berkontribusi dalam proses implementasinya.

“Dalam proses pembuatan kebijakan, ternyata harus ada kajiannya. Unpad harus ikut serta dalam memengaruhi pengambilan kebijakan tersebut,” ujar Prof. Rina dalam acara “Researcher Day” yang digelar di Auditorium Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Komplek Kemenkeu, Jakarta, Rabu (28/8).

Acara “Researcher Day” terselenggara atas kerja sama BKF Kemenkeu dengan Unpad, the Australia-Indonesia Institute, dan University of Sydney, Australia. Acara tersebut dihadiri langsung Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Dalam acara tersebut, Prof. Rina menyerahkan lima buku kepada Sri Mulyani. Buku tersebut merupakan hasil pemikiran para guru besar Unpad terkait implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia.

Prof. Rina mengatakan, buku ini menjadi awal kontribusi Unpad dalam pengambilan kebijakan ekonomi. Komitmen Unpad terhadap penerapan SDGs melalui pemikiran para guru besarnya sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan pembangunan.

Karena itu, Prof. Rina mendorong agar pemikiran para guru besar tersebut dikontribusikan dalam bentuk kajian komprehensif. Kajian ini yang akan menjadi salah satu penentu Kemenkeu melalui BKF dalam pengambilan kebijakan.

“Ini menjadi langkah strategis bagi Unpad untuk ikut serta dalam berbagai bidang,” kata Prof. Rina.

Tepat Sasaran

Saat memberikan sambutan, Sri Mulyani mengatakan, para peneliti diharapkan tidak sekadar berpikir aktivitas riset. Namun, bagaimana riset tersebut berpengaruh pada pengambilan kebijakan. Ia menilai, kebijakan fiskal di Indonesia haruslah tepat sasaran, sehingga mendukung peningkatan ekonomi nasional.

“Riset tidak sekadar feedback, tetapi ada input bagi kebijakan,” ujarnya.

Di tengah situasi pelemahan ekonomi global, ekonomi Indonesia harus memiliki daya tahan. Sri meminta agar proses pengambilan kebijakan berdasarkan data dan fakta.

Karena itu, Sri meminta kepada seluruh peserta “Researcher Day” untuk memiliki gagasan yang bisa diwujudkan menjadi riset. “Topik dan isu (untuk dijadikan penelitian) sangat banyak. Tujuan utamanya, bagaimana Rupiah memiliki manfaat yang besar,” kata Sri.

Acara yang diikuti oleh peneliti dari beberapa perguruan tinggi serta peneliti dari BKF Kemenkeu RI ini menghadirkan sejumlah pembicara nasional dan internasional. Dosen FEB Unpad Dr. Adiatma Siregar menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan ini.*

Sumber : www.unpad.ac.id