FEB Unpad dan Kemenkeu Gelar FGD Bahas RUU Pelaporan Keuangan

Dalam upaya menciptakan ekosistem pelaporan keuangan yang baik di Indonesia, Bank Dunia memberikan rekomendasi kepada Indonesia agar segera membentuk regulasi yang mengatur tentang pelaporan keuangan.

Demikian disampaikan Andar Ramona Sinaga, SST.,Ak.,MPP., CA, CPA,BPK dari Kementrian Keuangan Republik Indonesia saat melakukan Focus Group Discussion  (FGD) dengan para akademisi bertempat di Gedung Prodi DIM FEB Unpad, Jalan Dipatiukur 46 Bandung, Kamis (27/2).

Kegiatan FGD itu dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan FEB Unpad Maman Setiawan, SE., MT., Ph.D. Dalam sambutannya maman menyambut baik kegiatan FGD ini dan berharap output-nya bisa memberi kontribusi baik secara praktis dan akademik.

Lebih lanjut Andar mengatakan pelaporan keuangan yang terpercaya dan berkualitas dapat membantu para pengguna laporan keuangan untuk membuat keputusan yang tepat yang pada akhirnya akan dapat memperbaiki iklim usaha dan meningkatkan investasi.

“Jika kondisi pelaporan keuangan di Indonesia telah diperbaiki, target pertumbuhan investasi yang diharapkan dapat mencapai angka 6,95-8,94% dan target rasio pajak sebesar 12,7-14,2% pada tahun 2024,” ujarnya.

FGD ini dipandu oleh Ersa Tri Wahyuni, SE, M.Acc, PhD, CA, CPMA, CPSAK, dosen Departemen Akuntansi FEB UNPAD. Hal yang menjadi pembahasan terkait dengan pembahasan rancangan undang-undang tentang pelaporan keuangan.

FGD yang dilaksanakan ini merupakan kerjasama Pusat Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad dengan Kemenkeu dengan menghadirkan sejumlah akademisi dari beberapa perguruan tinggi di Bandung di antaranya Unpad, Unpar, UPI, ITB, Unpas dan Telkom University.

Beberapa hal yang menjadi masukan dari akademisi antara lain perbaikan praktik pelaporan keuangan, ruang lingkup pengaturan, jangkauan dan arah pengaturan RUU laporan keuangan. Masukan itu disusun dalam bentuk draft naskah akademik Rancangan Undang-Undang tentang Pelaporan Keuangan.

Laporan oleh Nani Sumarni & Dani