FEB Unpad dan Baznas Gelar Konferensi Internasional Zakat

Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar kegiatan “The 3rd International Conference of Zakat” yang digelar di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Kamis (3/10). Konferensi internasional ini mengangkat tema “Zakat 4.0 Towards Empowering Ummah with Technology”.

Suasana kegiatan “The 3rd International Conference of Zakat” yang digelar di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Kamis (3/10).

Konferensi zakat ini terselenggara atas kerja sama lembaga riset zakat global dan yaitu Pusat Kajian Strategis Baznas (Puskas-Baznas) dan juga Program Studi Ekonomi Islam FEB-Unpad yang didukung oleh Baznas Provinsi Jawa Barat, BNI Syariah, dan Bank Mandiri Syariah.

Dalam sambutannya Wakil Dekan FEB Unpad Mohamad Fahmi, S.E,M.T.,Ph.D menyambut baik kegiatan The 3rd International Conference of Zakat menurutnya nilai positif bagi fakultas dan universitas dengan terlaksananya kegiatan ini, sebab berbagai penelitian tentang zakat dan ekonomi islam disampaikan dalam kegiatan konferensi ini.

Wakil Dekan FEB Unpad Mohamad Fahmi, S.E,M.T.,Ph.D saat memberikan sambutan pada kegiatan The 3rd International Conference of Zakat.

“Saya kira hadirnya para peneliti internasional dalam konferensi ini dengan membawa hasil penelitianyang akan disampaikan membawa nilai positif bagi kami”ungkapnya

Lebih lanjut Fahmi mengatakan jumlah negara yang hadir pada kegitan konferensi intersional zakat ini ada 7 negara diantaranya Indonesia, Malaysia, Nigeria, Pakistan, Maldaves, Saudi Arabia, dan India.

“ Kami ucapkan terima kasih bagi para peneliti dari Indonesia, Malaysia, Nigeria, Pakistan, Maldaves, Saudi Arabia, dan India atas partisipasinya pada kegiatan ini” ujarnya.

Tidak lupa Fahmi mewakili Dekan FEB Unpad mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu bekerja sama hingga terlaksananya kegiatan ini terutama bagi para sponsor kegiatan.

“ Terima kasih saya ucapakan pada Baznas Provinsi Jawa Barat, BNI Syariah, dan Bank Mandiri Syariah atas partisipasinya pada kegiatan ini hingga sukses terlaksana” pungkasnya.

Sementara itu Plt Rektor Unpad dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian Pada Masyarakat, Kerja Sama, dan Korporasi Akademik Dr. Keri Lestari, S.Si., M.Si., Apt. mengatakan Perkembangan teknologi yang pesat telah menjadi latar belakang revolusi industri 4.0. Penerapan teknologi revolusi industri 4.0 memungkinkan transparansi melalui Internet untuk semua dan bekerja sama satu sama lain sehingga suka atau tidak, tidak ada pilihan lain bagi pelaku ekonomi dan pemangku kepentingan selain mengikutinya.

“Industri 4.0 walaupun konsepnya masih belum meluas, tetapi berpotensi mengubah berbagai aspek kehidupan manusia dan bagi kita tidak ada pilihan untuk itu selain mengikutinya”ujarnya.

Keri menambahkan perkembangan zaman modern menyebabkan ketimpangan dan ketidaksetaraan, terutama dalam masalah sosial-ekonomi. Banyak orang kaya semakin kaya, sementara orang miskin tetap berada dalam kemiskinan mereka. Kemiskinan masih merupakan masalah mendasar yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Instumen solutif yang diharapkan adalah dengan zakat tingkat kemingkinan itu dapat berkurang.

“Salah satu instrumen tersebut adalah zakat. Zakat dapat digunakan untuk berkontribusi pada pengentasan kemiskinan” ujarnya.

Kemiskinan yang harus diselesaikan dari sistem zakat bukanlah dalam bentuk memberikan bantuan kepada orang miskin untuk kebutuhan konsumtif mereka, tetapi dalam memberdayakan orang miskin untuk keluar dari lingkaran kemiskinan. Untuk pergerakan zakat, teknologi yang semakin canggih membuatnya lebih mudah bagi muzaki untuk membayar zakat, memperkuat manajemen zakat dan menyediakan akses ke mustahik untuk program distribusi zakat.

“Dengan demikian, tiga dimensi zakat, yaitu dimensi muzaki, pemerintahan dan mustahik juga digerakkan oleh revolusi industri 4.0” imbuhnya.

“ Terakhir, saya benar-benar berharap bahwa, melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman di antara para pakar keuangan sosial Islam terkemuka dan pemain industri yang berpengalaman, kami akan dapat memetakan strategi yang efektif dalam mengurangi tantangan yang ada di depan, memupuk kebutuhan keuangan sosial Islam, dan mendorong lebih jauh pertumbuhan dan pengembangan keuangan sosial Islam di masa depan “pungkasnya.

Pendapat yang sama disampaikan oleh Kepala Biro Pelayanan dan Pengembangan Sosial Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat Ida Wahida Hidayati mewakili Gubernur Jawa Barat mengatakan, era revolusi industri saat ini mendorong pengelolaan zakat harus lebih transparan dan efisien. Tidak hanya itu, digitalisasi diperkirakan dapat meningkatkan pendapatan zakat.

Lewat teknologi, kata Ida, para muzakki dapat mengetahui proses pendistribusian yang dilakukan lembaga amil zakat kepada para mustahik. Upaya ini sudah banyak dilakukan oleh lembaga amil zakat di Indonesia.

“Diharapkan, para muzakki semakin mudah mendapatkan informasi terkait pendistribusian zakat, sehingga akan semakin menumbuhkan kepercayaan para muzakki kepada lembaga zakat,” kata Ida.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sendiri juga telah mengembangkan sistem teknologi yang memungkinkan pengelolaan dan pendistribusian zakat menjadi lebih optimal. Direktur Utama Baznas M. Arifin Purwakananta mengatakan, sejak 2016, Baznas sudah melakukan pengumpulan dan pengelolaan zakat secara digital.

Arifin mengatakan, proses digital mendongkrak kenaikan pengumpulan zakat secara tajam. Hingga 2019, diprediksi tahun 2020 pengelolaan zakat naik hingga 30%.

“Kenaikan rata-rata zakat digital sebesar 10 – 13 %,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Unpad juga melakukan kerja sama dengan Baznas Jawa Barat yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman yang diwakili Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Korporasi Akademik Unpad Dr. Keri Lestari, M.Si., Apt., dengan Ketua Baznas Jawa Barat Arif Ramdani.

Laporan oleh Dani Wahdani

Foto : Dadan