Energy di Era Low-Carbon Economy: Komitmen Pemerintah Saja Tidak Cukup

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran mengadakan kuliah umum bertajuk “Energy Investment in Indonesia in the Era Low-Carbon Economy: The Challenges and Opportunities”, pada Rabu (28/8) di Bale Sawala, Gedung Rektorat Jatinangor. Kuliah umum kali ini menghadirkan para pembicara dari tingkat nasional dan internasional.

Keynote Speaker, Prof. Dr. Purnomo Yusgiantoro dalam Kuliah Umum “Energy Investment in Indonesia in the Era Low-Carbon Economy: The Challenges and Opportunities”, pada Rabu (28/8) di Bale Sawala, Gedung Rektorat Jatinangor.

Dihadiri oleh mahasiswa dan dosen program studi Akuntansi, Manajer Riset dan Kerjasama FEB Unpad, Ersa Tri Wahyuni, Ph.D., membuka kegiatan tersebut, mewakili pimpinan FEB Unpad. Dalam sambutannya Ersa menekankan pentingnya issue energy ini untuk mahasiswa dan peneliti Unpad agar senantiasa peduli dengan perkembangan riset untuk sumber energi terbarukan.

Pembicara kunci pada acara ini adalah Founder Purnomo Yusgiantoro Center, Prof. Dr. Purnomo Yusgiantoro. Beliau juga adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral periode 2000-2009 dan Menteri Pertahanan periode 2009-2014.  Juga hadir sebagai pembicara, Prof. Dr. Raphael J Heffron dari University of Dundee, Inggris yang merupakan professor di bidang Global Energy Law and Sustainability.

Dalam paparannya, Prof. Purnomo mengingatkan bahwa untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan maka komitmen pemerintah saja tidak cukup, harus disertai dorongan di sisi teknis dan operasional.

“Indonesia masih sangat bergantung pada energi yang bersumber dari fosil (fossil fuel energy), sedangkan sumber energi terbarukan baru dimanfaatkan sekitar 9% saja di Indonesia”, ungkapnya.

Sementara itu Prof. Raphael  memberikan pandangan internasional yang mulai mengarah aspek keadilan untuk tahapan hukum energi.

Selain kuliah umum, kegiatan ini juga menyuguhkan diskusi panel dengan para panelis yaitu Direktur BP Indonesia, Moektianto Soeryowibowo, Perwakilan Kementrian ESDM, Hariyanto dari Direktorat Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan, Yayan Satyaki, dosen dan peneliti FEB Unpad serta Theresia Betty Sumarno, peneliti pada Centre for Energy, Petroleum, and Mineral Law & Policy, University of Dundee.

Dipandu oleh moderator Ketua Program Studi Akuntansi FEB Unpad, Dr. Nanny Dewi, para panelis memberikan pandangan mereka tentang pentingnya komitmen pemerintah dan masyarakat akan penggunaan sumber energi terbarukan.

 

Laporan: Ersa Tri Wahyuni/lws

Foto : Dadan Handani